Monday, 1 June 2015

Agenda pulang basamo SAS - IPPSA 2015



          In Shaa Allah.. dalam hitungan hari kita akan memasuki bulan suci Ramadhan, bulan yang mana kita untuk selalu meraih amal kebajikan sebanyak-banyak nya dan mendekatkan diri kepada Nya. Semoga momen ramadhan tahun ini memberikan berkah untuk nagari kita dan kita semua yang berhubungan dengan negeri Sulit Air yang selalu dilindungi dari segala mara bencana dan jauh dari kemaksiatan yang nyata serta tidak mempersekutukan Nya. Amin. So what... adakah yang akan menghabiskan puasa nya dikampung halaman atau menunggu hari 'H" nya nanti berlebaran dengan sanak saudara ?? jika iya,  mari pantau agenda pulang basamo nya dari sekarang. 

          "Memperkuat Organisasi SAS. dalam bentuk menata aset-aset organisasi serta, anggota sas & memajukan Nagari Sulit Air" itu adalah judul tema yang akan di angkat oleh DPP SAS nanti nya dalam mukernas 2015 yang menurut rencana berlansung selama dua hari di kampung halaman Balailamo. Semua kegiatan tersebut sekaligus menghimbau mengajak segenap warga SAS & IPPSA di perantauan seluruh Indonesia & LN ( 83 cabang) untuk "pulang basamo" maliek kampuang barami-rami. Mari kita semua niatkan sama-sama mengsukseskan acara tersebut sambil mempererat silaturrahim, serta berpartisipasi dan juga berbagi kepada segenap untuk warga di kampung nan kita tinggalkan.
Mukernas SAS terakhior di adakan di Sentul tahun 2012 yang lalu
          Tema yang sudah desebutkan diatas kenapa diambil ? karena dipandang masih perlu adanya upaya dan program organisasi yang berkelanjutan untuk generasi akan datang. Tidak itu saja thema ini juga dibahas nanti bisa memperkuat dan memantapkan eksistensi Organisasi SAS diperantauan, disisi lain secara tidak langsung memberi koneksi dari rantau kepada yang dikampung lebih cepat dalam memajukan kampung halaman Sulit Air. Organisasi SAS diketahui sejak tahun2007 sudah membentuk perkumpulan yang berbadan hukum di mata pemerintah. Dengan demikian banyak hal yang bisa dipetik manfaat nya dan konsolidasi secara menyeluruh atas kepemilikan asset organisasi, dimana saat ini masih kepemilikan gedung aset SAS diperantauan masih di atasnamakan perorang/ individu, sekelompok atau yayasan tertentu. Selanjutnya bisa atas nama organisasi SAS sesuai dari amanat mubes SAS XXI  dua tahun silam di Sulit Air.

          Dalam mukernas juga ikut akan dibahas perlunya suksesi babalik ka nagari 200 tahun lahir nya nagari Sulit Air, serta 100 tahun keberadaan oragnisasi SAS. Semua itu bertujuan mempersatukan masyarakat Sulit Air serta keturunan nya agar melek sejarah nagari serta dalam upaya meningkatkan basis ekonomi nagari serta pariwisata Sulit Air kedepan nya. Keseragaman simbol, bendera dan kop organisasi serta surat menyurat juga ikut masuk pembahasan, tidak itu saja menempatkan perhatian warga rantau untuk kemajuan nagari juga perlu dicari solusi nya . Bahkan banyak issue yang perlu dibicarkan dan duduk bersama dari orang rantau nanti nya dikaloborasikan dengan tiga tungku sajarangan yang berkuasa dinagari. 

          Pulang basamo nanti tidak hanya terfokus kepada kemajuan nagari dan organisasi SAS perantauan yang ada, kepemimpinan organisasi  IPPSA kedepan juga perlu dukungan semua orang tua SAS dimanapun berada. Tidak cukup hanya dengan memeberi saran, lebih dari itu semua daya dan upaya agar IPPSA tetap eksis perlu kita usahakan, bahkan perlu dimasukan dalam agenda program mukernas SAS akan berlansung nanti. Organisasi pemuda tertua di Minang yakni IPPSA, nanti akan mengadakan pemilihan ketua umum nya. Diharapkan bahkan diminta kader-kader IPPSA di daerah juga turut menjadi pionir kebangkitan pemuda-pemudi nagari untuk perantauan, minimal menyemangati dan tidak lupa sejarah kampung bisa mereka ketahui nanti nya jika mereka bergabung dengan IPPSA. Tidak lucu kan, peran nya dari dulu hanya sebagai penghibur di Balailamo saja, hanya fokus pada nilai seni. Kedepan solusi dan program kepemudaan yang lain harus sanggup mereka jalani. Apa yang sudah dilakukan saudara Taufik Akbar ketua umum IPPSA sekarang, dilihat dari program kerja yang sudah dilakukan dengan keterbatasan nya sudah memberikan sebuah re-genarasi yang menjanjikan dimasa akan datang. Tinggal kepemimpinan kedepan siapa lagi, yang akan meneruskan.
Pesantren Gontor adakan seni islam untuk warga Sulit Air beberapa waktu yang lalu
          Olah raga yang akan di pertandingkan nanti ada bola kaki, Futsal, Bulu tangkis. Khusus bola kaki hanya akan diterima 12 tim saja, penutupan pendaftaran terakhir ditunggu sampai tanggal 1 juli 2015 atau mana yang sudah mencukupi menjadi 12 tim. Untuk info lebih lanjut nya silahkan hubungi kordinator bola Sdr. Usmanto no.hp 08126783655, satu tim yang sudah pasti ikut yakni IPPSA dangau jadi hanya tersisa slot 11 tim lagi dari perantauan. Dimana bola akan bertanding selama 7 hari penuh pagi 1 x dan sore 2x yang final nya akan terlaksana pada tanggal 23 atau 24 juli 2015. Olah raga Futsal lansung kendali dipegang oleh DPP IPPSA silahkan hubungi Rizki ( Sekjend IPPSA) no.hp: 0857787444463. Olahraga Bulu tangkis bisa nanti menghubungi bapak Asri no.Hp: 0818686843.  Bahkan ada nanti berburu tupai juga lansung dikordinasi oleh panitia olahraga bapak Fauzi no.hp: 018389000343. 

          Malam kesenian masih ditunggu partisipasi para cabang yang ada, mengenai persiapan dan peralatan perlengkapan di dangau nanti silahkan hubungi kordinator seni bapak hendri no.hp: 081384471950. Ini yang menjadi sebagai tanggung jawab panitia nanti untuk menyelenggarakan nya, sebenarnya masih banyak nanti event yang ikut dilaksanakan setiap jorong seperti Selawat dulang, saluang dan rabab atau event Bararak para datuk-datuk nan ampek suku  tergantung mana yang ada palewaan datuk kedepan. Bahkan event  reuni para alumni sekolah di Sulit Air juga tidak mau ketinggalan untuk berkumpul bersama nanti nya.

         Negeri Sulit Air ini tidak bisa dipungkiri ikut dibesarkan oleh nama besar SAS dan gerak ippsawan/ippsawati, dari mobilitas dua organisasi inilah kemajemukan dan beragam kegiatan mereka hidup dinamis baik dirantau maupun untuk kemakmuran nagari. Sepatutnya lah kita semua berikan sokongan baik sponsor, saran bahkan waktu dan tenaga kepada mereka yang siap menjalani organisasi ini kedepan. Adapun keterbatasan dari kemampuan mereka sejogyalah bagian dari partisipasi kita dan tanggung jawab bersama untuk mengsukseskan nya. 

          Jika dilihat kalender masehi 2015, sepertinya hari Idul Fitri jatuh pada hari Jumat tanggal 17 juli, bahkan ormas Muhammadiyah sudah menetapkan hari nya sama yaitu Jumat. Begitupun secara umum masyarakat Sumatera Barat lebih banyak mengikuti refrensi Muhammadiyah dalam menetukan lebaran nya. Pulang basamo Sulit Air nanti akan dicanangkan waktu nya dari tanggal 15 juli sampai 24 juli, semua kegiatan berpusat di Nagari Sulit Air dari berbagai tempat yang sudah di rencanakan. berikut sekilas jadwal panitia SAS-IPPSA yang telah disepakati, tapi semua bisa berubah mengikuti keadaan:

Tiada keindahan selain merayakan hari yang Fitri bersama sanak saudara di kampung sendiri
Ustad Ihsan lulusan Gontor ini Sempat juga isi pengajian di KJRI sydney & warga SAS disana
  • Hari Jumat 17 Juli 2015 - 1 Syawal 1436 Hijriah :  
  1. 06.00 - 07.00 Persiapan Solat Idul Fitri di lapangan Koto Tuo
  2. 07.00 - 09.00 Imam Sholat : Ustad Meri Zondra & Penceramah : Ustad Ihsan Zulhiandi MCL
  3. 11.30 - 13.00 Sholat Junat dengan penceramah Ustad Ed- Fauzan
  4. 13.00 - 14.00 Peresmian & renovasi pemugaran Masjid raya
  5. 15.30 - 18.00 Pembukaan pertandingan bola kaki di lapangan koto tuo
  6. 20.00 - 23.00 Pembukaan pulang basamo dan Mukernas SAS serta malam seni IPPSA Dangau
  • Hari Sabtu 18 juli 
  1. 08.00 - 12.00 Rapat Mukernas SAS dan Konferensi IPPSA di Balailamo // pembukaan Futsal
  2. 12.00 - 13.00 --- Ishoma ---
  3. 13.00 - 17.00 Rapat usulan dan saran anggota SAS serta perangkat nagari // Bola kaki
  4. 20.00 - 23.00 malam seni cabang IPPSA ( dihitung hanya tampil satu Korwil.. )
  • Hari Minggu 19 Juli 
  1. 08.00 - 15.00 Hicking bersama IPPSA ke batu galeh-Taram serta Berburu Aleg se SumBar
  2. 15.00 - 18.00 Bola kaki menampilkan 12 cabang IPPSA & Futsal
  3. 20.00 - 23.00 Malam seni IPPSA (Korwil.. )
  • Hari Senin 20 Juli
  1. 07.00 - 12.00 Peresmian (bakaru) Siger Suliek Aie di puncak gunung Merah & Penghijauan
  2. 15.00 - 18.00 Bola kaki dan Futsal (semi final)
  • Hari Selasa 21 Juli
  1. 09.00 - 12.00 Pentas budaya adat ( bararak Pengangkatan Datuk Limo Singkek - Piliang)
  2. 15.00 - 18.00  Bola kaki dan Futsa ( Final)
  3. 20.00 - 23.00 malam seni IPPSA (Korwil ..)
Sumber: Panitia SAS-IPPSA 2015
--- Sekian ---

Tuesday, 26 May 2015

Riwayat Balairungsari



          Balairungsari atau tempat permusyawaratan adat tingkat nagari, tempat nya dulu berlokasi disekitaran masjid Darul muttaqin jorong Koto tuo. Begitu pula keberadaan masjid Raya juga berlokasi disini, tetapi namanya bukan masjid Raya tapi surau Balai-balai, karena bersebelahan dengan Balirungsari. Dulunya pusat kanagarian Sulit Air berada di Koto tuo (kota tua) ini, tapi dengan bertambah nya populasi penduduk nagari kemudian pusat kota berpindah ke tempat yang lebih besar yakni Koto Gadang. Karena pusat nya pindah ke Koto Gadang, maka Balirungsari nya dipindahkan ke Balilamo seperti yang kita lihat sekarang ini.

          Sedangkan Masjid balai-balai ikut serta juga dipindahkan tapi bukan ke Balailamo namun ke jorong Silungkang itu karena lebih adil nya pemerataan dulu nya, karena jorong yang berlaku dulunya cuma ada tiga yakni Koto tuo, Koto Gadang dan Silungkang. Selanjut nya dengan peralihan ini bagaimana dengan Koto tuo ? Karena Balairungsari sudah dipindah ke Balilamo maka balai (pasar) yang tadi nya di balailamo dipindahkan kan ke Koto tuo sekarang yang kita ketahui sekarang ini.

         Karena itu pulalah sebab nya Koto gadang populer dengan nama Balailamo atau Balaiusang, karena jauh sebelum pasar Koto tuo berada disinilah tempat nya awal dahulu. Balairungsari yang dibangun di Koto gadang itu memiliki filsafat yang demikian tinggi sebagai pelambang bagaimana seharus nya karakter sifat-sifat orang Sulit Air yang "Tidak lagi Barajo ke Pagaruyuang" dengan dua sisitim kelarasan nya itu. 

         Begitu bernilai nya setiap unsur yang dibangun dalam rumah adat Balairungsari tersebut hingga memilki makna nya masing-masing, maka jika dirangkai pembangunan Balirungsari termaktub dalam rangkuman sebagai berikut :
  1. Gonjong nya berbentuk kepala kerbau dengan tanduk nya menghadap ke atas yang dinamai "Gonjong rabuang saumbuik". Identikdengan sifat kerbau diambil karena adalah binatang yang sabar, tetapi kalau sudah sampai pada batas nya marahnya tidak pula tanggung-tanggung.
  2. Kolam dibawah lantai (bermain air) adalah perlambang rasa perlindungan dan kasih sayang kepada anak-anak.
  3. Bandar (got) disekelilingnya Balairungsari Mengandung kiasan: hanyut nya harus dipintasi, hilang nya nya harus dicari, tabanam nya harus diselami.Perlambang persaudaraan dan Solidaritas.
  4. Balairungsari tidak berdaun pintu. Mengandung kiasan musuh tidak dicari-cari, namun bertemu pantang di elakan. Aso hilang duo tabilang.
  5. Anak tangganya ada tiga. Perlambang bahwa ada tiga tingkatan penghulu di Sulit Air yakni Datuk Suku, Daruk Ninik dan Datuk Andiko. Akan tetapi perbedaan tersebut bukan berarti perbedaan kasta atau tingkat derajat.
  6. Balairungsari nya tidak beranjung dikiri dan dikanan (hanya ada satu lantai). Perlambang dari hak otonomi yang diperoleh nya. Dalam pergaulan rakyat di Sulit Air populer kalimat " Suliek Ayie indak barajo ka pagaruyuang". Karena sebelumnya wilayah teraguang Sulit Air dalam Koto Piliang malahan jadi "Cumati Koto piliang". Akan tapi semenjak diperolehnya hak otonomi tersebut tidak lagi menganut laras Koto-Piliang ataupun laras Bodi-Chaniago.
  7. Balirungsari nya memiliki bandar (got)tapi tidak ada titian, gerbang masuk lebih rendah dari pada orang hingga harus merunduk.Perlambang dari pepatah adat "Malompek samo-samo patah, marunduok samo-samo bungkuak".
  8. Balairungsari memilik dua tangga kekiri dan ke kanan.Yang kikiri (pangkal) adalah tempat duduknya para Bundo Kanduang dan yang kekanan adalah duduknya para Penghulu dan orang-orang ampek jinih. Adapun duduk dilantai tengah ditempati para ninik mamak dan kaum ibui lainya. Disini harus tau juga tempat duduk dan posisinya masing-masing. dalam kiasan nya "Awk sapek maraso diri pulo sabagi Kalai, lah basirah-sirahkan pulo mato".
  9. Balairungsari tidak berjendela. Perlambang bahwa orang Sulit Air itu bersifat terbuka, terus terang, bersuluh matohari & bagalanggang dimato urang banyak. Labih mengandung sifat bahwa di nagari tidak adasesuatu rahasiapun yang tidak tersingkap, akhirnya toh diketahui orang banyak juga.
  10. Balairungsari dibawahnya berkolong lepas. Perlambang "ingek-ingek nan diateh - nan dibawah kok nyo maimpok".
  11. Balairungsari memiliki tiga pamakuok yang (kayu) ujung pangkal nya menghimpit paran panjang, muka belakang. Perlambang dari dasar pemerintahan nagari dirangkai dalam satu kesatuan yakni : Agama - Adat dan Daulat. 
 

Sumber: Asal-usul negeri & persukuan nagari Sulit Air (H.Rozali Usman & Drs.H. Hamdullah Salim)