Wednesday, 27 January 2016

Wisata Air Nagari Sulit Air


Siapa bilang alam nya nagari Sulit Air - susah air atau tidak ada air ?? kalau sebuah nama boleh dibilang kisah tambo sejarah masa lalu, bermula perjalanan rombongan dari Pariangan dimana Dt Mulo Nan Kawi serta permaisuri Puti Anggo Jati. Dalam dipemberhentian nya dibawah bukit Taragung (tanah lapang Koto Tuo) tidak menemukan Air yang mengalir yang ada hanya titik-titik air yang tasolek didinding batu. Namun alangkah takjub nya ketika melihat sekeliling ke indahan alam nya, terikat sudah hati si Puti Anggo jati menetap didaerah ini. Padahal tujuan sebenar nya adalah menuju kedataran impian menuju ke daerah Kubung XIII (Solok Sekarang).

Baru-baru ini, muda-mudi anak nagari dilayar sosial media sibuk mengekpresikan canda dan riang nya dalam air, justru itu berada di nagari Sulit Air. Tidak dinyana banyak warga khusus orang rantau melihat banyak sekali arena wisata yang belum tersentuh atau ikut mampir melihat pesona alam air alami tersebut. Penulis dulu sempat mengunjungi aliran air yang ada disekeliling nagari ini, ternyata suasasana nya benar-benar masih segar dan menantang. 

Saat ini coba di kunjungi kembali wahana air tersebut. Adalah muda-mudi tergabung dalam My Trip adventure Solok yang ikut memppopulerkan dengan membawa teman-teman haus akan petualangan hal-hal baru yang ada di alam. Apa Sih My Trip My Adventure Itu? mumpung ingat mari kita bahas singkat, My Trip My Adventure jika kita terjemahkan ke dalam bahasa indonesia berarti perjalanan saya-petualangan saya.

Jadi jika kita melakukan sebuah perjalanan, maka perjalanan itu adalah menjadi petualangan bagi kita, kita juga harus mengambil hikmah dari perjalanan yang menjadi petualangan itu, tentunya supaya bisa bisa berbenah diri dan merubah diri kita menjadi yang lebih baik lagi. Ingat yang paling penting dalam My Trip My Adventure, sikap alami Nyampah (Buang sampah sembarangan) itu tidak asik, jadi bawalah sampahmu pulang.

Untuk nagari Sulit Air yang pernah dikunjungi beberapa waktu lalu oleh muda-mudi My Trip Adventure tersebut, mereka sudah sampai ke beberapa lokasi. Diantara nya Batang Air Lubuok Uwok (jorong Basung), Air terjun Sarosa dibalik gunung merah (Jorong Siaru), Air terjun Tambulun arah menuju perbatasan nagari Pasilihan (jorong Rawang), Air terjun Lurah Barasok tidak jauh dari karambie nan sabatang perbatasan nagari Bukit Kandung (jorong Talago laweh) & Air Talago Laweh (jorong Talago Laweh).

Pertengahan bulan depan (13-14 February), dalam rencana mereka "MTA nagari Sulit Air" akan membuat even yang lebih besar lagi mengundang MTA Sumbar - Riau & memperkenalkan alam wisata dinagari Sulit Air. Semoga mendapat dukungan dari nagari & semua pihak tak lupa menjaga selalu kelestarian alam.  Aamiin, Semoga Sukses.....

Talago Laweh berlokasi dipinggir jalan lintas nagari Sulit Air
Takana dimaso ketek-ketek
Barakit-rakit ka hulu, Baranang-ranang Kamudian

Bisa untunk berdayung sampan sampai ke hilir
Tambulun Water Fall
Air nya lubuk Sarosa nan jernih, jauh dari limbah rumah tangga
Penasaran, bahkan ibu Wali Nagari (tengah) sempatkan untuk mencoba air nya yang alami
Teman-teman yang datang dari warga luar Sulit Air ikut membantu meramaikan

Kunjungan MTA ke Batu Galeh - Taram
Air nya dingin bikin semangat
Hati-hati tebing nya Curam & Licin
MasyaAllah, Satu lagi keindahan  Alam - Lurah Barasok - Air nya nan sejuk 
Anggota MTA nagari Sulit Air

Sumber : Rahmad Sha Putra
--- Sekian ---

Friday, 8 January 2016

Hijau & Asri nya Nagari Minang


- Bukit Batu Hijau Sibumbun ditutupi kabut -
Makan kolak di hari jumaek 
Kolak dibali di bali di pangka titi
Pacah galak dimaso ketek
Pai balari di alang jarami

Baranang kito ka hulu 
Pai manangkok si ikan cupang
Takana maso ketek dahulu
Sudah sawah basabik kito main layang-layang

Pai kasawah basamo-samo 
manitih pamatang mangaja maliang
Takana dimaso nan lamo 
Sangkek awak basuliang-suliang
Kalau sanak manjuluak duku
Jan lupo pakai pangalan 
Kalau sanak lai satuju
Marilah kito ka gunuang papan 

Tanjuang ampalu muaro kalaban 
Pai mandi katapian karang 
Maso lalu bukan untuak dilupokan 
Jadian pelajaran di maso yang ka datang 

Di bawah Bukit Sundak Langik, padi mulai menunjukan keemasan nya
Nagari Subarang perbatasan Kolok -  Talawi - Sawah Lunto
Pasar komih Guguak Rayo - Silungkang
Sawah Siaru dilerenng Gunung Merah
Musim hujan tiba - saat nya membajak sawah
Sawah sedang bainang
Ini bukan teras siring di Bali, tapi undak sawah Talago Loweh, kec X Koto Diatas
Tertata rapinya halaman sekolah menengah negeri 
Sawah Godang hijau daun nya rindang
Hujan kembali membasahi sawah yang dulu kering
Lubuk Uwok termasuk lubuak terdalam di dikampung
Lubuok Nona, hati-hati cimbuang juga ikut mandi
Saat nya musim menanam padi
Jalan baru tak berujung, tidak cukup dari pemerintah uluran tangan anda menanti
Selagi masih ada, pancinglah (dibawah jembatan Titi)
 - Nageri penuh dedikasi, inspirasi, kritis & simbiosis mutualisme -
 - Dipagi hari berselimutkan awan embun menyegarkan -

         
Penjaga Gunung Merah, meraih asa dalam riang gembira

Mengucapkan terimakasih tak terhingga kepada sanak saudara, sekampung halaman yang telah menyebarkan ke elokan fhoto-fhoto hijau & subur nya pelosok nagari. Ini semua penulis ambil dari banyak orang yang memposting di status nya dalam facebook. Maaf juga jika ada yang kurang pada tempat nya.

Terutama penulis ucapkan kepada : Fb. Mulya Surya Haruki, Hayatul Fajri, Syamsu Dirman, Ikhsan Satria, Rahmad Sya Putra, Carlose Romie dll.Terimakasih juag kepada grup Sulit Air Jaya, grup Forum Komunikasi Nagari Sulit Air, grup Pariwisata Nagari Sulit Air & grup Wali Nagari Sulit Air 2014-2020.

--- Sekian ---