Monday, 29 August 2016

Semen Padang Yang Jago Kandang

Diantara 18 tim ISC yang yang bertanding untuk musim 2016-2017 ini, SemenPadang FC boleh berbangga diri menjadi satu-satu nya tim yang belum terkalahkan di stadion H.Agus Salim - kota Padang. Siasat tripoin yang diraih tidaklah lepas dari strategi dan motivasi berlipat dari punggawa Hengki Ardiles dkk. Kemampuan dalam mendrible bola, mengkonversi menjadi gol dari para striker Semen Padang di basecamp nya sendiri patut di acungi jempol. Bahkan Marcel Sacramento striker asal Brazil sementara menjadi topskorer urutan 2 dengan 11 gol, 10 diantaranya terjadi di stadion H.Agus Salim. 

Dengan kemampuan ini, dilihat secara peringkat klasemen yang telah berjalan setengah kompetisi menempati peringkat 6 tidaklah mengecewakan. Karena terbatas nya kemampuan fiskal dari sponsor serta belum padunya tim dilapangan, berbekal semangat juanglah akhirnya kemenangan dikandang bisa diraih dengan sempurna. Melihat 5 tim yang ada diatas peringkat Semen Padang saat ini, nyaris semua tim bisa dikalahkan kecuali tim Arema karena waktu itu Semen Padang bermain di Kanjuruhan - Malang. Boleh lihat ganas nya tim Urang Awak ini ketika tim bertabur bintang  Persib yang habis menghajar Peripura 2-0 di Papua sana, seminggu kemudian Persib menanggung malu dicukur 4-0 oleh Semen Padang. Tak pelak lagi, orang orang menjuluki sebagai tim yang jago kandang terlepas dari makna negatif nya yang pasti setiap tim yang bertandang ke Agus Salim benar-benar extra waspada.
Spanduk ini sempat menutupi tribun, namun terpaksa dicopot kembali oleh aparat demi tercipta nya suasana kondusif
Jikalau berkaca kepada hasil keseluruhan tidak pernah menang dikandang lawan, seperti nya perlu evaluasi mental dari semangat juang Semen Padang ini. Bagaimana jeblok nya cara bertahan serta tidak memiliki hasrat untuk menang, ditambah dengan formasi tim saat main tandang sudah menelan 6 kekalahan dan hanya 3 hasil imbang yang diraih. Begitupun dari pelatih Uda Nil yang banyak mengucap rasa syukur kalau tim nya cukup meraih hasil kaca mata. Seandainya sedikit mengubah format kandang yang baku dipakai 4-4-2 ada kalanya meniru metode main pelatih kawakan Suhatman Imam yang menggunakan 4-5-1 menumpuk gelandang ditengah, setidak nya tidak menelan banyak kekalahan. 

Menatap paroh kompetisi kedua, boleh jadi berharap banyak ada perubahan dalam memperbaiki kekuatan antar lini. Mengganti pemain asing juga bisa salah satu solusi, dipulangkannya nya Mekan Nasyirov tidaklah mengurangi daya gedor Semen Padang. Namun sedikit disayangkan Edwar Wilson Junior striker yang terbukti memberi prestasi nyata, telah di ambil oleh tim Persipura bermain di putaran kedua nanti. Menambah pemain asing boleh saja, tapi melejitkan kemampuan potensi tim U-21 tidak boleh diabaikan banyak dari mereka tidak terpakai justru dari tim luar yang berhasrat.

Tidak apa-apalah disebut jago kandang, akan tetapi ketika tim yang berdiri 30 november 1980 ini bisa menkonversi kemenangan demi kemenangan di markas tim lawan bukan tidak mungkin peringkat pertama bisa digengggam diakhir musim nanti. Berharap pula kekompakan dari tiga supoter Kabau Sirah yakni Spartacks, Kmers dan UWS (Ultras West Sumatra) bersaing positif dalam memberi semangat yang tiada lelah kedepan nya. Sedapat mungkin tiga pendukung ini berbaur berdampingan, jangan sampai merusak nama orang Minang bahkan menganggu jam pertandingan, serta menghindari kata-kata berbau rasis juga dihentikan. InsyaAllah dengan keyakinan dan dukungan yang luar biasa, dari para supoter dimanapun seluruh Nusantara, kemenangan 3 poin adalah hasil terbaik yang diharapkan.
Pertandingan pertama putaran ke-dua yang akan dilansungklan nanti

--- Sekian ---

Thursday, 18 August 2016

Kuliner Minang khas Sulit Air

Semua masakan minang, kita setuju rata-rata dicicipi enak dilidah & menggiurkan dipandang. Itu semua adalah kuasa tangan-tangan terampil para bundo kandung serta ninik mamak dulu nya. Sampai saat ini, hidangan masakan minang menjadi satu keharusan kalau tidak dibilang menu pokok yang digilai masyarakat nusantara dari Aceh sampai Papua. Penolakan yang sedikit tidak disukai orang-orang, mungkin hanya rasa pedas nya yang kadang membuat mata, wajah serta kuping kemerahan. Namun saat ini, masakan padang sudah menyesuaikan diri, dimana tempat nya berada ibarat pepatah minang "Dimana langit dijunjung disitu bumi dipijak".

Setiap daerah pasti ada unik sendiri, yang mana menu hidangan dan buah tangan manisan yang tidak dimiliki atau jarang dimasak oleh nagari-nagari lain nya berbeda dengan nagari tetangga. Begitu pula nagari Sulit Air, mungkin identitas sebagai kampung perantau terbesar SAS & sebagian sudah tentu orang lumrah mengetahui disini terletak gunung "pusaka" merah putih tiada dua nya di dunia. Namun untuk masakan yang memanjakan lidah ada beberapa yang sudah familiar dicoba, namun ada beberapa yang justru hanya orang Sulit Air cuma bisa menyajikan nya dimeja makan. Di ranah rantau terbesar masyarakat Sulit Air, seperti di Pekanbaru atau di Jakarta ada satu dua yang menyajikan lansung hidangan khas Sulit Air. 

Berikut masakan tarasa dilidah yang sering dibikin oleh emak-emak dari nagari ini :

  • Sate Sulit Air. Dibeberapa daerah di Sumatera, hidangan Sate khas Sulit Air sudah banyak yang menjual nya. Sedikit khas warna sate nya berbeda dari masakan kuah orang Pariaman bikin yang warna agak kecoklatan, kalau sate Sulit Air hampir mirip dngan sate Padang Panjang yang terkenal itu. Rempah rempah mungkin hampir sama dengan kebanyakan orang minang lain nya, namun cukup rasa kunyit kuning lebih cerah dipandang. Cukup Banyak yang jual sate khusus di nagari Sulit Air, seperti sate Gando, Sate Guguk Rayo, Sate Koto Tuo, Sate Titi, Sate Balai ( hanya tersedia dihari jumat) dan banyak tempat lain nya.
  • Gulai Ayam Panyikek. Maknyussh, ini adalah menu yang sering kali didapat jika ada acara-acara baralek di di kampung halaman. Jika ingin prakteknya, resepnya tidak sulit - lansung seperti biasa memasak gulai ayam yang dibaur dengan daun singkong (pucuk ubi) dan rasa pedas yang kuat sudah cukup membuat lidah yang mencoba bergetar. Ingat, akan lebih nikmat jika ayam yang disajikan adalah ayam kampung, akan berkurang rasanya jika yang dipotong ayam ras kota. Santan kelapa yang dipilih juga harus berminyak (tua), rempah pemasak tentu buatan Sulit Air juga, pernah dicoba dengan rempah buatan luar rasanya kurang menggigit dilidah.
  • Gulai Bantai-Kemumu. Menyebut nama nya saja, sedikit mengerikan padahal hanya paduan daging sapi dan kemumu. Tapi percayalah, jika sudah sampai di lidah, hidangan gulai ini mampu menutupi rasa lapar dunsanak seharian. Asli, bukan lebay lho...Nama "bantai" ini mungkin adalah kebiasaan dikampung, dimana para pembeli jika melewati jembatan sudah lebih dulu melihat pemotongan daging sapi di bawah arah ke mudiknya. Dari jawi potong tersebut akan lebih nikmat diambil untuk dimasak hanya tulang campur daging ditambah daging lanmur nya. Untuk mengurangi kolesterol, santan nya cukup sedikit dituangkan. Sesudah itu rempah dan rebusan daging disangai cukup 10 menit agar rasa harum nya keluar. Di penghujung masakan ini, baru dimasukan batang kemumu yang nanti memecah rasa  daging tidak terlalu kuat. Rumah makan Padang Sederhana memiliki menu favorit nya gulai gajeboh, Tunjang dan kaleo, orang Sulit Air cukup diwakili oleh gulai ini saja.
  • Gulai Ayam Itam Galundi. Sssth... jangan terpengaruh oleh warna nya dulu ya, rasakan dulu di lidah. Untuk satu ini, rasanya ini merupakan menu hidangan favorit (USA) Urang Sulit Air Asli. Jangan bilang pernah menjadi keturunan Sulit Air, jikalau belum sempat mencicipi rempah khas galundi ini. Masak kalah sama dengan bapak Din yamsudin (mantan PP Muhammaiyah), Mahfud Md (mantan Ketua MK), Ustad Abdullah Zukri (pimpinan Gontor), Gamawan Fauzi (mantan mendagri) beliau semua pernah merasakan semua nya. Ada satu rempah yang tidak dimiliki nagari lain nya, yakni bubuk galundi. Jika ingin mendapatkan nya tentu pesan kekampung halaman, namun untuk yang tinggal di kota Jakarta datang saja ke masjid Sunda kelapa daerah Menteng, disana tersedia dijual per onz/satu kali masak. Untuk cara masaknya nya, lebih baik tanya langsung ke emak-emak nya yak...
  • Sambal Lado Putik Macang. Kalau ada yang kurang  menyukai menu kuah gulai, coba dulu sambal lado ini. Level nya menurut survey 40 tahun yang lalu, rasanya sedikit diatas sambal lado pete dan sambal lado jengkol bin jengki. Dengan rasanya sedikit kecut dilumuri dengan minyak kelapa (tanak awak) buatan rumah, rumah makan manapun tak kan bisa menyamai nya. Mendapatkan buah putik macang ini bukan perkara gampang, tunggu dulu musim bersemi  dan jatuh ketanah baru bisa didapat. Semua buah dan daun jika diracik, pasti sesuai dngan lidah, apalagi tinggal makan nya saja. Betuulll...
Sebenarnya banyak lagi masakan favorit yang sangat disukai dan langka dari nagari ini, namun cukup ini saja dahulu ditampilkan. Andai ini saja yang disajikan sebagai menu  mingguan, makan nya serasa dikampung kito apalagi di iringi dengan kerupuk jangek (kulit) dan dimakan saat hangat hangat nya. yang masih penasaran, monggo dipraktekan dirumah dulu ya.... 

--- sekian ---