Monday, 26 September 2016

Pilih Saja Ahok

Sesekali kita bicara politik yuk, kelas nya DKI konon selevel menteri itu para gubernur nya lho. Pilkada ibukota negara poros pemerintahan & politik Indonesia dalam hitungan bulan akan segera dilakukan, tepat nya hari rabu tanggal 15 february 2107 akan dipilih gubernur DKI yang baru. Apakah benar benar membuat perubahan besar jika terpilih seorang Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok alias Zhong Wanxue ini? Itu tergantung dari keinginan mayoritas warga Jakarta. Beberapa analisis dengan dicalonkannya  Ahok di disokong oleh tiga partai sudah menjanjikan peluang besar baginya, apalagi ketika ditambah  partai Banteng dengan perolehan 28 kursi sehingga total 52 kursi atau 48 persen sudah mendulang suara di parlemen Kebun sirih.

Itu khusus kita berbicara tentang peluang Ahok, bagaimana luar biasa massif nya dukungan fulus para Aseng untuk membantu keturunan China Bangka ini. Boleh dibilang menggunakan rumus alfa (tak terhingga) semata memuluskan langkah Ahok, gerakan nya luar biasa. Ingat proyek satu juta KTP, yang tidak pernah kesampaian dan hanya sekedar menggertak 10 partai penguasa parlemen? yang pasti ada 30 milyar rupiah dana siluman digelontorkan Agung Podomoro cs, namun tak pernah disidik oleh KPK, bahkan sudah lebih cukup dari dua alat bukti untuk menjerat nya. Itulah gunanya dekat dengan penguasa bahkan menyembah mengalah kepada Jokowi, yang masing masing punya data rahasia jikalau diungkap dua-dua nya bisa segera di inapkan hotel prodeo Salemba.

Beralih kepada dua saingan dari pertahana, yang diakhir-akhir penetapan mengeluarkan jagoan yang mengejutkan kalau tidak dibilang tidak punya potensi. Kemana lari nya Datuk Maharajo Palindung si legenda Hukum Prof Yusril Mahendra? dimana pula posisi tawar si Rajawali Kepret Prof Rizal Ramli yang digaungkan orang minang perantauan, layu sebelum berkembang ? Pilkada DKI saat ini agak unik juga ironis, yang hadir justru bukan para kader politik mereka masing-masing. Peraih suara terbesar DKI yakni PDIP wong cilik ternyata kalah oleh mulut manis koh Ahok. Demokrat seolah boleh jadi membangun dinasti kerajaan partai, setelah sang bapak Ketum, si anak bungsu pernah menjadi sekjend partai bintang mercy. Sekarang si anak sulung pulak yang  sedang di negeri Kangguru, dirayu untuk tanah Betawi satu. Kepala Garuda Gerindra pun menyerah dengan hanya cukup menjadi wakil gubernur, setelah itu kang Anis Matta eh salah maksud nya kang Anis Baswedan yang bukan siapa-siapa nya partai dakwah PKS rela saja "Ra'is" diambil alih. Padahal menilik sejarah dua x pilkada yang lampau, kader partai adalah harga mati untuk menduduki kursi gubernur.
Khusus kita ummat Muslim, kepada siapa jatuh pilihan mu ? Ingat Ummat Muslim ya, bukan yang ktp nya Islam tapi hati nya munafik lho. Sekali lagi Ummat muslim, bukan sekedar Islam? he he, tentu peluang hanya pilihan tersisa dua saja yakni, mas Agus Yudhoyono dan akhi Anies Baswedan, mari kesampingkan masa lalu nya yang belum teruji menguatkan nila-nilai Islam. Jika selama ini Anis diuji berita dengan kerabatnya banyak yang aliran Syiah, kalau memang perlu dibuktikan nyata - tentunya partai PKS sudah uji nyali dengan telisik pribadi yang katanya, belum terlalu parah dan masih bisa didakwahi. Liberal nya masih ada, tapi kadarnya masih ringan, namun jiwa nasionalisme beliau masih kuat. Bagaimana pula dengan mas Agus ? yang hidup nya di militer, tentu yang dipegang hanya senjata selain strategi perang, jikalau sudah jadi Rais atau pemimpin sebenar nya, InsyaAllah semoga dikawal selalu oleh para ustad-ustad cinta akherat.

Lhaa kalau bicara, Ahok? Apakah ada ustad yang mampu dakwahi mulut embernya? Tengok ormas FPI, komunitas pengajian anti kemaksiatan saja berani terang-terangan dilawan. Forum Betawi yang punya tanah betawi pun dengan jantan berani dia stop dana kebudayaan - sosialisasi seni betawi. So! sekarang kite-kite pula yang mau nasehati Ahok, Ssthh...Tuhan pun kabar nya pernah disalahkan. Apakah sejak dia jadi Gubernur Jakarta bersih? yang ngomong gitu, tolong deh refrehsing keliling Jakarta dulu tiap sabtu minggu yak. Apa Ahok non muslim orang paling bersih, non muslim yang tidak pernah korupsi, tidak pernah makan uang negara ? kudu inget dulu deh seperti sipenipu Edy Tanzil, Samadikun Hartono, Hendra Raharja, Anggoro Wijoyo, Dewi Tantular, Anton Tantular mereka ini jika ditotal mereka ini terbukti secara sah dan meyakinkan (gaya hakim dikit) mengambil dengan nyata uang negara 10,7 trilyun rupiah bro! Nasionalisme mereka pun tergadaikan, ke negeri Singa. Itu sebab nya kenapa Singapura kelimpungan, jika harta para pengusaha keturunan mulai ditarik dengan proyek Tax Amnesty. Bandingkan dengan kisah bupati bangkalan Fuad Amin korupsi senilai 414 milyar rupiah, tapi kembali dapat disita negara 250 milyar. Lha para aseng-aseng tersebut berapa trilyun yang sudah disita negara? yang ada negara nombok atau pinjaman hutang nya dihapuskan. Ondeeh maakh....

Ini sengaja pencerahan kepada umat Muslim atau masyarakat minang khusus nya terlebih warga yang ber KTP DKI, jangan terpesona dengan kerja nya gubernur sekarang. Apakah Anis atau Agus tidak bisa lakukan semua itu? mari berfikir secara jernih kawan-kawan yang masih jadikan Al-Quran pegangan, bukan malah percaya kepada si pemegang Al-Kitab yang isi kita tak mengetahui secuil pun. Ingat ini zaman digital, zaman meme memean, para buzzer mereka sudah jauh lebih hebat dan lebih ganas dari yang anda kira. Satu yang pasti diantara tiga pilihan, yang dua adalah ada nilai Islam - hati anda pasti akan diadu domba. Selanjutnya pilihan anda tinggal satu, setelah sama sama makan Ayam sudah tidak dipercayai, silahkan pilih si pemakan Babi. Tapi Hati nurani juga hidayah semoga senantiasa meliputi diri kita masing-masing. Yang sudah terlanjur cinta Ahok, bukan nya tidak melarang namun "behind disign" sudah tidak bisa ditolerir lagi. bangsa Indonesia umat muslim terbanyak namun hanya seperti buih dilautan tidak ada yang menentukan. Apakah anda tidak merasakan!?

--- Sekian ---

Monday, 29 August 2016

Semen Padang Yang Jago Kandang

Diantara 18 tim ISC yang yang bertanding untuk musim 2016-2017 ini, SemenPadang FC boleh berbangga diri menjadi satu-satu nya tim yang belum terkalahkan di stadion H.Agus Salim - kota Padang. Siasat tripoin yang diraih tidaklah lepas dari strategi dan motivasi berlipat dari punggawa Hengki Ardiles dkk. Kemampuan dalam mendrible bola, mengkonversi menjadi gol dari para striker Semen Padang di basecamp nya sendiri patut di acungi jempol. Bahkan Marcel Sacramento striker asal Brazil sementara menjadi topskorer urutan 2 dengan 11 gol, 10 diantaranya terjadi di stadion H.Agus Salim. 

Dengan kemampuan ini, dilihat secara peringkat klasemen yang telah berjalan setengah kompetisi menempati peringkat 6 tidaklah mengecewakan. Karena terbatas nya kemampuan fiskal dari sponsor serta belum padunya tim dilapangan, berbekal semangat juanglah akhirnya kemenangan dikandang bisa diraih dengan sempurna. Melihat 5 tim yang ada diatas peringkat Semen Padang saat ini, nyaris semua tim bisa dikalahkan kecuali tim Arema karena waktu itu Semen Padang bermain di Kanjuruhan - Malang. Boleh lihat ganas nya tim Urang Awak ini ketika tim bertabur bintang  Persib yang habis menghajar Peripura 2-0 di Papua sana, seminggu kemudian Persib menanggung malu dicukur 4-0 oleh Semen Padang. Tak pelak lagi, orang orang menjuluki sebagai tim yang jago kandang terlepas dari makna negatif nya yang pasti setiap tim yang bertandang ke Agus Salim benar-benar extra waspada.
Spanduk ini sempat menutupi tribun, namun terpaksa dicopot kembali oleh aparat demi tercipta nya suasana kondusif
Jikalau berkaca kepada hasil keseluruhan tidak pernah menang dikandang lawan, seperti nya perlu evaluasi mental dari semangat juang Semen Padang ini. Bagaimana jeblok nya cara bertahan serta tidak memiliki hasrat untuk menang, ditambah dengan formasi tim saat main tandang sudah menelan 6 kekalahan dan hanya 3 hasil imbang yang diraih. Begitupun dari pelatih Uda Nil yang banyak mengucap rasa syukur kalau tim nya cukup meraih hasil kaca mata. Seandainya sedikit mengubah format kandang yang baku dipakai 4-4-2 ada kalanya meniru metode main pelatih kawakan Suhatman Imam yang menggunakan 4-5-1 menumpuk gelandang ditengah, setidak nya tidak menelan banyak kekalahan. 

Menatap paroh kompetisi kedua, boleh jadi berharap banyak ada perubahan dalam memperbaiki kekuatan antar lini. Mengganti pemain asing juga bisa salah satu solusi, dipulangkannya nya Mekan Nasyirov tidaklah mengurangi daya gedor Semen Padang. Namun sedikit disayangkan Edwar Wilson Junior striker yang terbukti memberi prestasi nyata, telah di ambil oleh tim Persipura bermain di putaran kedua nanti. Menambah pemain asing boleh saja, tapi melejitkan kemampuan potensi tim U-21 tidak boleh diabaikan banyak dari mereka tidak terpakai justru dari tim luar yang berhasrat.

Tidak apa-apalah disebut jago kandang, akan tetapi ketika tim yang berdiri 30 november 1980 ini bisa menkonversi kemenangan demi kemenangan di markas tim lawan bukan tidak mungkin peringkat pertama bisa digengggam diakhir musim nanti. Berharap pula kekompakan dari tiga supoter Kabau Sirah yakni Spartacks, Kmers dan UWS (Ultras West Sumatra) bersaing positif dalam memberi semangat yang tiada lelah kedepan nya. Sedapat mungkin tiga pendukung ini berbaur berdampingan, jangan sampai merusak nama orang Minang bahkan menganggu jam pertandingan, serta menghindari kata-kata berbau rasis juga dihentikan. InsyaAllah dengan keyakinan dan dukungan yang luar biasa, dari para supoter dimanapun seluruh Nusantara, kemenangan 3 poin adalah hasil terbaik yang diharapkan.
Pertandingan pertama putaran ke-dua yang akan dilansungklan nanti

--- Sekian ---